Di tengah pameran gaya hidup mewah yang marak di media sosial, sejumlah miliarder dunia menunjukkan sikap yang berbeda dengan mengutamakan privasi dan kesederhanaan. Mereka memilih untuk tidak memamerkan harta kekayaan mereka di hadapan publik.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Perilaku ini memunculkan pertanyaan mengenai motivasi di balik kesederhanaan yang mereka tunjukkan, dengan banyak penelitian yang menunjukkan bahwa nilai sosial dan kesadaran moral menjadi faktor penentu sikap tersebut.
Bentuk Tanggung Jawab Sosial
Sikap rendah hati di kalangan orang kaya bukanlah tanpa alasan. Banyak di antara mereka percaya bahwa tidak memamerkan kekayaan adalah bentuk tanggung jawab sosial yang menghormati orang lain.
Rachel Sherman, profesor sosiologi di New School for Social Research, dalam bukunya 'Uneasy Street: The Anxieties of Affluence', mencatat bahwa banyak responden yang ia wawancarai menerapkan kebiasaan belanja dengan hemat.
Sherman menyatakan, 'Kebiasaan hemat adalah salah satu cara kita menilai apakah orang kaya itu baik secara moral atau buruk secara moral.' Pernyataan ini menunjukkan bahwa kesadaran akan privilege yang dimiliki memengaruhi cara mereka berinteraksi dengan masyarakat.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan
Contoh Praktis dari Tokoh Kaya
Warren Buffett, CEO Berkshire Hathaway, adalah contoh nyata dari gaya hidup frugal di kalangan orang kaya. Meskipun menjadi salah satu orang terkaya di dunia, Buffett tetap tinggal di rumahnya yang sederhana di Omaha selama lebih dari enam dekade.
Dia lebih memilih mobil dengan harga terjangkau ketimbang mengoleksi mobil sport. Buffett menjelaskan, 'Sebenarnya, saya hanya berkendara sekitar 3.500 mil setahun, jadi saya akan sangat jarang membeli mobil baru.'
Pengakuan serupa datang dari Michael Bambang Hartono, miliarder Indonesia, yang tetap setia pada makanan tradisional dan menggunakan mobil yang tidak mencolok, seperti Hiace Ventury.
Keselarasan antara Kekayaan dan Kesederhanaan
Walaupun miliarder ini tidak memamerkan kekayaan mereka, standar hidup yang mereka jalani tetap jauh dari kata sederhana. Pembelanjaan untuk pendidikan anak di sekolah terbaik, kesehatan, dan liburan keluarga biasanya melampaui rata-rata.
Kebanyakan dari mereka memilih untuk tidak menjadikan aspek-aspek tersebut konsumsi publik, mencerminkan kesadaran tinggi akan tanggung jawab sosial dan pandangan bijak terhadap kekayaan.
Dengan sikap rendah hati dan kesederhanaan, para miliarder ini memberikan pelajaran bahwa memiliki kekayaan bukan hanya soal materi, melainkan juga tentang bagaimana mengelola dan menampilkan sikap yang lebih arif.
Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: