Senin, 23 JUNI 2025 • 17:48 WIB

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Bertemu Megawati di Momentum Ulang Tahun

Author

KAMI INDONESIA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan ke kediaman Mery Hoegeng di Depok, Jawa Barat, pada Senin (23/6). Kunjungan ini adalah bagian dari silaturahmi dalam rangka merayakan ulang tahun Mery yang ke-100.

Sigit memberikan penghormatan dengan mencium tangan Megawati Soekarnoputri, yang turut hadir dalam acara tersebut, setelah sebelumnya melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Nasional di Kalibata.

Momen Pertemuan yang Bersejarah

Kedatangan Jenderal Listyo Sigit di kediaman Mery Hoegeng disambut dengan suasana yang penuh hormat. Ia menunjukkan penghormatan dengan mencium tangan Megawati Soekarnoputri, menggambarkan nilai-nilai silaturahmi yang masih dijunjung tinggi.

Mery Hoegeng, yang berulang tahun ke-100, menjadi tuan rumah yang mengundang perhatian. Keterlibatan putrinya, Puan Maharani, yang juga menjabat sebagai Ketua DPR, menambah kehangatan dalam acara tersebut.

Pertemuan ini menjadi signifikan mengingat kritik yang pernah dilayangkan oleh Megawati terhadap kinerja kepolisian. Ini menambah dimensi penting dalam konteks hubungan antara Polri dan elite politik di Indonesia.

Ziarah dan Tradisi Rutin Polri

Sebelum bertemu Megawati, Kapolri Sigit dan jajaran Polri melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Nasional Utama di Kalibata. Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi yang dilaksanakan menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-79 pada 1 Juli.

Ziarah tersebut dipimpin secara langsung oleh Kapolri dan diakhiri dengan penghormatan serta pembacaan doa. Selain itu, Sigit juga melakukan tabur bunga di makam para pahlawan, seperti mendiang Presiden ke-3 RI BJ Habibie dan Jenderal Hoegeng Iman Santoso.

Kegiatan ini mencerminkan rasa hormat dan penghargaan Polri kepada tokoh-tokoh bangsa, serta komitmen untuk terus menjaga nilai, semangat perjuangan dan pengabdian mereka.

Konteks Politik dan Kritik Megawati

Pertemuan ini berlangsung di tengah perhatian publik terhadap hubungan antara Polri dan PDIP, terutama setelah Megawati melontarkan kritik pedas mengenai respons Polri. Dalam pidatonya, ia mengekspresikan ketidakpuasan terhadap lambatnya respons Kapolri terhadap permintaan untuk bertemu.

Megawati menegaskan bahwa niatnya bukan untuk mengintimidasi, melainkan untuk berdialog. Ia menyampaikan, “Memangnya saya enggak boleh (ketemu). Kalau orang lain saja boleh, masa saya enggak boleh?”

Ketegangan yang terjadi dalam hubungan ini mencerminkan dinamika politik yang kompleks. Momen pertemuan ini bisa dipandang sebagai langkah positif untuk meredakan ketegangan dan meningkatkan hubungan komunikasi antara Polri dan PDIP.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU