Rabu, 25 JUNI 2025 • 11:16 WIB

Kecelakaan Fatal Pendaki Wanita di Gunung Rinjani

Author

KAMI INDONESIA – Seorang pendaki wanita asal Brasil, JDSP (27), mengalami kecelakaan fatal saat mendaki Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat pada tanggal 21 Juni 2025 sekitar pukul 06:30 WITA.

Korban yang berangkat bersama lima wisatawan dan pemandu wisata kehilangan jejak saat berusaha mencapai puncak gunung.

Kecelakaan dan Proses Pencarian Korban

Setelah mendaki selama sehari, ketika berada di area Cemara Tunggal, korban mengalami kelelahan. Menurut Kepala Seksi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Osman, pemandu menyarankan korban untuk beristirahat sementara grup lainnya melanjutkan perjalanan.

Ketika grup tersebut menunggu di puncak, korban tidak kunjung menyusul. Pemandu wisata kemudian kembali ke lokasi tempat korban beristirahat, namun korban sudah tidak ada di tempat.

Tim pencarian yang dipimpin oleh pemandu kemudian melihat cahaya senter di dasar tebing, sekitar 200 meter menuju danau, dan mencurigai bahwa cahaya tersebut milik korban. Hal ini mendorong pemandu untuk segera menghubungi petugas untuk melakukan evakuasi.

Upaya Pencarian dan Penemuan Korban

Proses pencarian tim SAR dimulai pada pukul 09:50 WITA, tetapi mereka tidak dapat menjangkau korban hingga malam hari. Pencarian dilanjutkan kembali pada hari berikutnya dengan menggunakan drone, meskipun terbatas oleh cuaca yang berkabut.

Pada tanggal 23 Juni, tim SAR akhirnya berhasil menemukan korban sekitar pukul 07:05 WITA. Temuan tersebut terjadi 500 meter dari titik awal jatuhnya, di lokasi yang sulit diakses dengan medan pasir dan batu.

“Tim SAR gabungan berhasil menemukan survivor dengan visualisasi drone thermal,” kata Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi.

Evakuasi dan Penutupan Jalur Pendakian

Meskipun korban telah ditemukan, tim mengalami kesulitan untuk melakukan evakuasi karena kondisi medan yang ekstrim dan cuaca berkabut. Proses evakuasi baru dapat dilanjutkan pada 24 Juni dengan keterlibatan Basarnas Special Group.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani juga menutup sementara jalur pendakian dari Pelawangan 4 Sembalun menuju puncak gunung sampai proses evakuasi selesai. Kepala Balai TNGR, Yarman Wasur, mengonfirmasi bahwa penutupan ini berlaku hingga waktu yang belum ditentukan.

Setelah pengecekan yang dilakukan oleh petugas, korban dipastikan dalam kondisi meninggal dunia. Proses evakuasi dihentikan sementara pada malam hari karena cuaca yang tidak mendukung, dan direncanakan kembali dilakukan pada hari berikutnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU