Kamis, 26 JUNI 2025 • 14:38 WIB

Peluncuran Kalender Hijriah Global Tunggal oleh Muhammadiyah

Author

KAMI INDONESIA – Muhammadiyah telah resmi meluncurkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang dirancang untuk menetapkan satu hari dan satu tanggal bagi umat Islam di seluruh dunia. Peluncuran ini bertujuan untuk menyatukan umat Islam secara global dalam menghadapi tantangan zaman modern.

Peresmian KHGT berlangsung di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan, Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta pada Rabu, 25 Juni 2024, yang dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari berbagai negara.

Pentingnya KHGT Bagi Dunia Islam

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menekankan bahwa peluncuran KHGT merupakan langkah signifikan bagi Muhammadiyah dalam perannya terhadap umat Islam dan kemanusiaan. “Hari ini adalah hari bersejarah. Muhammadiyah menghadirkan KHGT untuk menegaskan peran dan posisinya di tengah globalisasi yang tak terelakkan,” kata Haedar.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa KHGT bukan sekadar agenda astronomi, melainkan juga sebagai simbol semangat Islam yang universal dan relevan. “KHGT adalah keniscayaan mutlak untuk mewujudkan persatuan dunia Islam,” tegasnya.

Prinsip dan Aplikasi KHGT

Peluncuran KHGT merupakan hasil dari kajian mendalam yang dilaksanakan pada Musyawarah Nasional (Munas) ke-32 yang berlangsung pada Februari 2024. Hal ini berdasarkan adopsi yang dilakukan pada Muktamar Turki 2016.

Dengan adanya KHGT, Muhammadiyah berharap dapat menyatukan waktu bagi umat Islam di seluruh dunia, serta mendorong ijtihad kolektif dan kesepakatan di antara umat. KHGT berlandaskan tiga prinsip utama: keseragaman hari dan tanggal, penggunaan hisab sebagai metode penentuan waktu, dan anggapan bahwa seluruh permukaan bumi merupakan satu zona waktu untuk kalender Islam.

Sambutan Positif Dari Luar Negeri

Peluncuran KHGT ini mendapat respons positif dari Dr. Mehmet Ekim, seorang pakar astronomi Islam yang berasal dari Turki. Ia menyatakan kebahagiaannya dapat berpartisipasi dalam inisiatif besar ini, dan menegaskan bahwa “Inisiatif ini bukan hanya acara ilmiah atau organisasi, tetapi juga pesan kuat bahwa persatuan umat Islam bukanlah mimpi yang jauh.”

Sekretaris Jenderal OKI, Tarig Ali Bakheet, juga menyampaikan apresiasinya terhadap langkah ini dan menekankan pentingnya Muhammadiyah dalam memandu reformasi dunia Islam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU