Kamis, 28 AGUSTUS 2025 • 13:15 WIB

Dugaan Kandungan Minyak Babi dalam Program Makan Bergizi Gratis: Tanggapan Pemerintah dan Upaya Penyelidikan

Author

Generated by Journalist AI

KAMI INDONESIA – Isu mengenai dugaan adanya kandungan minyak babi dalam ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin berkembang dan menjadi sorotan publik. Laporan investigasi dari Indonesia Business Post mengungkap produksi nampan makanan di Chaoshan, China, yang diduga melibatkan bahan-bahan tidak halal.

Tanggapan dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan Menteri Agama menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga kualitas dan kehalalan program MBG. Ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memberikan makanan bergizi kepada masyarakat tanpa komponen yang dapat menimbulkan kontroversi.

Latar Belakang Isu

Dugaan penggunaan minyak babi dalam ompreng program MBG mencuat setelah laporan investigasi oleh Indonesia Business Post. Investigasi tersebut menunjukkan bahwa beberapa pabrik di Chaoshan, Guangdong, China terlibat dalam produksi nampan makanan untuk pasar internasional.

Berdasarkan laporan itu, pabrik-pabrik di China memproduksi nampan berlabel ‘Made in Indonesia’ yang dilengkapi sertifikat SNI. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa proses produksinya berlangsung di China, dan terdapat indikasi bahwa minyak lemak babi digunakan sebagai pelumas dalam proses tersebut.

Tanggapan BGN

Menanggapi isu ini, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa mereka sedang melakukan pemeriksaan kembali terhadap dugaan yang beredar. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan, ‘Sedang check and recheck (diperiksa kembali)’ saat diwawancarai mengenai isu ini.

Ia menambahkan bahwa selama ini BGN belum pernah melakukan pengadaan ompreng untuk program MBG. Hal ini menunjukkan keseriusan BGN dalam menghadapi isu yang dapat mengguncang kepercayaan publik terhadap program yang bertujuan memberikan makanan bergizi.

Reaksi Menteri Agama

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, juga memberikan tanggapan terhadap temuan ini. Ia menggarisbawahi pentingnya kehalalan bahan yang digunakan dalam produk pemerintah dan siap melakukan perbaikan jika ditemukan ketidaksesuaian.

Dia menegaskan, ‘Kalau ada temuan, segera akan perbaiki,’ yang menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga standar halal dalam setiap aspek program pangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
Tags halal
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU