Manajer Chelsea, Liam Rosenior, mengkritik keputusan wasit yang dinilai tidak tepat terkait pelanggaran saat sepak pojok yang mengakibatkan gol untuk Arsenal.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Pertandingan Derby London di Emirates Stadium berakhir dengan kekalahan Chelsea 1-2, di mana gol kemenangan Arsenal diselimuti kontroversi.
Rincian Laga Derby London
Pertandingan antara Chelsea dan Arsenal berlangsung pada hari Minggu, 1 Maret 2026, di Emirates Stadium. Arsenal memimpin lebih dahulu melalui gol yang dicetak oleh William Saliba.
Chelsea kemudian berhasil menyamakan kedudukan lewat gol oleh Piero Hincapie, tetapi gol Jurrien Timber di babak kedua memastikan kemenangan bagi tim tuan rumah.
Selama pertandingan, Chelsea kehilangan satu pemain setelah Pedro Neto menerima kartu merah, yang memperburuk situasi tim dalam laga penting ini.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer
Kontroversi Taktik Sepak Pojok
Setelah pertandingan, Liam Rosenior meluahkan kekecewaannya atas keputusan wasit yang dianggapnya tidak adil. Ia menganggap ada pelanggaran saat pemain Arsenal merangkul pemain Chelsea di depan gawang saat terjadi sepak pojok.
Menurut Rosenior, bukan kali ini saja kejadian serupa terjadi, dan seharusnya menjadi perhatian serius bagi wasit. 'Ada banyak aksi saling menahan dan bergulat yang terjadi sebelum bola benar-benar diberikan,' ujarnya.
Taktik Arsenal dalam memanfaatkan situasi sepak pojok dengan menumpuk pemain di kotak penalti lawan sering kali luput dari pengawasan, menyebabkan kerugian bagi lawan.
Pentingnya Ahli Dalam Mengantisipasi Bola Mati
Rosenior menekankan betapa pentingnya Chelsea untuk lebih adaptif dalam menghadapi prosedur wasit yang mengabaikan pelanggaran dalam situasi bola mati. Ia mengungkapkan bahwa penciptaan gol dari situasi bola mati sangat vital di Liga Inggris.
'Bola mati sangat penting di liga ini, dan di setiap liga. Itu adalah sesuatu yang semakin sering terjadi, dan saya pikir itu adalah sesuatu yang perlu diperhatikan,' ungkapnya.
Ia juga mengajak tim untuk meningkatkan kemampuan dalam menanggapi dan mengantisipasi taktik lawan, terutama dalam eksekusi sepak pojok yang dapat menjadi penentu hasil pertandingan.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: