Kiper tim nasional Indonesia, Maarten Paes, resmi bergabung dengan Ajax Amsterdam pada bursa transfer musim dingin 2026 dengan nilai transfer 1,25 juta euro dari FC Dallas.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan
Kedatangan Paes di Ajax berlanjut setelah kepergian kiper Remko Pasveer, memberi langkah awal baru bagi kariernya di Eropa.
Kedatangan dan Debut Paes di Ajax
Setelah resmi bergabung, Maarten Paes tidak segera menjabat sebagai kiper utama dan harus menunggu hampir tiga pekan untuk mencatatkan debutnya.
Ia akhirnya tampil melawan NEC Nijmegen, di mana Paes menunjukkan performa mengesankan dengan tujuh penyelamatan meski harus menerima satu gol.
Performa debut ini menjadi modal baginya untuk meraih kepercayaan lebih dari pelatih dan rekan setim di Ajax.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN
Ambisi dan Peran Kepemimpinan
Paes menyatakan bahwa tujuannya bukan hanya untuk menjadi kiper utama tetapi juga untuk mengambil peran kepemimpinan dalam tim.
Ia menekankan pentingnya kehadirannya dalam rapat dan sesi latihan, serta mengutip pengalamannya di FC Dallas sebagai bekal untuk berkembang di Ajax.
"Saya banyak belajar, termasuk mengambil peran kepemimpinan. Saya bahkan menjadi kapten di sana," ungkap Paes saat menjelaskan ambisinya.
Refleksi dan Tantangan di Eredivisie
Menjadi pemimpin di Ajax bukanlah hal yang mudah, dan Paes menyadari bahwa ia harus mendapatkan rasa hormat dari rekan setimnya.
Dengan tinggi badan 192 cm, Paes menjadi figur yang menonjol di lapangan, namun ia juga menghadapi berbagai tantangan di kompetisi Eredivisie.
Kendati tuntutan untuk segera beradaptasi sangat tinggi, Paes optimis dapat mengatasi setiap tantangan, termasuk dalam persaingan untuk posisi kiper utama.
Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: