Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks, mengalami kesulitan bersama Borussia Monchengladbach pada musim ini, yang saat ini terjebak di peringkat bawah Liga Jerman.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz
Dalam 23 pertandingan, klub tersebut hanya memperoleh lima kemenangan, yang berdampak negatif pada posisi mereka di klasemen liganya.
Kondisi Terkini Borussia Monchengladbach
Borussia Monchengladbach, klub yang dibela oleh Diks, saat ini menempati peringkat ke-14 di Bundesliga, hanya selisih tipis dari zona degradasi.
Dengan statistik lima kemenangan, tujuh imbang, dan sebelas kekalahan, tim ini tengah berjuang untuk memperbaiki posisinya dalam pertandingan mendatang melawan Union Berlin.
Setelah tujuh laga terakhir tanpa kemenangan, Monchengladbach membutuhkan hasil positif saat berlaga di Stadion Borussia Park.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Pernyataan Kevin Diks Mengenai Musim Ini
Kevin Diks mengakui tantangan yang dihadapinya di Monchengladbach, meskipun ia memiliki menit bermain yang cukup banyak.
"Bisa dibilang, musim ini berliku-liku. Kami tidak memulai musim dengan baik, lalu kami mengalami periode yang sangat kuat. Saat ini, hasil positif kembali mengering," ungkap Diks.
Ia menekankan bahwa, meskipun performanya pribadi baik, tim harus meningkatkan hasil untuk memperbaiki klasemen.
Konsistensi dan Harapan Jelang FIFA Series 2026
Jelang FIFA Series 2026, Diks menegaskan bahwa konsistensi adalah kunci dalam mengatasi situasi sulit yang dihadapi tim.
"Konsistensi adalah kuncinya. Kita harus melakukan segala sesuatunya dengan benar dan mengeksekusinya dengan rapi, minggu demi minggu, jika kami ingin membalikkan keadaan," ujarnya.
Ia berharap hasil positif akan segera diperoleh dan menanti panggilan dari pelatih John Herdman untuk membela Timnas Indonesia.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: