Selasa, 13 JANUARI 2026 • 17:40 WIB

Perjalanan Spiritual Isra Miraj dalam Kehidupan Nabi Muhammad SAW

Author

Perjalanan Spiritual Isra Miraj dalam Kehidupan Nabi Muhammad SAW

Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, yang berlangsung dari Masjidil Haram menuju Sidratul Muntaha, dilakukan pada malam hari, menegaskan keistimewaan waktu tersebut dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Tanggapan dan Komitmen Reformasi

Pemilihan malam sebagai waktu pelaksanaan perjalanan ini diyakini memberikan peluang beribadah yang lebih baik, sesuai dengan penjelasan dalam Surat Al Isra.

Makna dan Signifikasi Isra Miraj

Isra Miraj merupakan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa. Dalam Surat Al Isra ayat 1, Allah SWT menyebutkan, "Subḥānal-lażī asrā bi‘abdihī lailam minal-masjidil ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣal-lażī bāraknā ḥaulahū linuriyahū min āyātinā," yang menggambarkan kesucian peristiwa ini.

Waktu malam yang dipilih menunjukkan bahwa malam merupakan waktu berkah bagi hamba Allah, di mana kesempatan untuk beribadah dan merenung lebih besar. Para ulama menjelaskan bahwa kata 'asra' dalam bahasa Arab berarti perjalanan malam, yang semakin menguatkan bahwa Isra terjadi pada waktu malam yang singkat.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer

Makna Ta'aruf di Balik Peristiwa Isra

Allah SWT menetapkan Masjidil Haram di Makkah sebagai titik keberangkatan dan Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis sebagai tujuan akhir perjalanan. Masjidil Aqsa merupakan tempat yang memiliki banyak berkah dan sejarah, menjadi saksi berbagai wahyu sepanjang zaman.

Perjalanan ini memberikan penguatan bagi Nabi Muhammad SAW, yang menyaksikan kebesaran Allah melalui tanda-tanda dalam perjalanan tersebut. Para ahli tafsir, termasuk Imam Nawawi, sependapat bahwa peristiwa Isra terjadi setelah Nabi diutus menjadi Rasul, tepatnya satu tahun sebelum hijrah.

Tanda-tanda Kebesaran Allah dalam Perjalanan

Selama perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW menyaksikan berbagai keajaiban yang memperkuat imannya. Pengalaman ini memberikan ketabahan dan kekuatan saat menghadapi tantangan dari masyarakatnya.

Ayat-ayat dari Al-Quran menyatakan bahwa Allah Maha Mendengar dan Melihat, yang menunjukkan bahwa setiap perbuatan hamba tidak luput dari pengawasan-Nya. Ini menegaskan pentingnya hubungan antara hamba dan Sang Pencipta, serta kebangkitan semangat dan keimanan dalam diri Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU