Jumat, 10 OKTOBER 2025 • 10:52 WIB

Peluncuran Indonesia Muslim Travel Index 2025 untuk Meningkatkan Pariwisata Halal

Author

Peluncuran Indonesia Muslim Travel Index 2025 untuk Meningkatkan Pariwisata Halal

Kementerian Pariwisata bersama Bank Indonesia dan berbagai lembaga lainnya meluncurkan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) untuk tahun 2025. Indeks ini bertujuan mengukur kesiapan provinsi dalam menyambut wisatawan Muslim, berhubungan langsung dengan Global Muslim Travel Index (GMTI).

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan bahwa IMTI adalah alat strategis untuk meningkatkan daya saing pariwisata halal di Indonesia. Hasil dari penilaian ini menunjukkan Jawa Barat menempati posisi teratas dengan skor 69,6.

Peluncuran Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025

Peluncuran IMTI 2025 menandai kemajuan dalam aspek pariwisata halal di Indonesia. IMTI menggunakan kerangka kerja ACES (Access, Communication, Environment, Services) untuk menilai dan meningkatkan daya saing provinsi dalam pariwisata ramah Muslim.

Dalam acara tersebut, Menteri Pariwisata menyatakan, “Lebih dari sekadar pengukuran, indeks ini akan memandu kami dalam menyelaraskan standar dan sertifikasi sehingga layanan ramah Muslim konsisten secara nasional dan dipercaya oleh wisatawan.” Ini menjadi hal krusial untuk menjaga kepercayaan pengunjung internasional.

Diharapkan, peluncuran ini akan membawa Indonesia kembali ke peringkat pertama dalam pariwisata Muslim global di tahun mendatang. IMTI juga berfungsi sebagai indikator untuk mengevaluasi kekuatan Indonesia dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari

Hasil Penilaian dan Provinsi Teratas

Hasil IMTI 2025 menunjukkan lima provinsi teratas untuk pariwisata ramah Muslim, yaitu Jawa Barat, Sumatra Barat, Nusa Tenggara Barat, Aceh, dan Jawa Tengah. Jawa Barat mencuat dengan skor 69,6, meningkat dari peringkat keenam pada edisi sebelumnya.

Menteri Widiyanti Putri mengungkapkan bahwa Indonesia, dengan lebih dari 230 juta Muslim, memiliki potensi besar dalam pariwisata ramah Muslim. “Dengan keunggulan kompetitif yang unik, skala dan potensi tersebut seharusnya menjadikan kita yang terdepan dalam pariwisata ramah Muslim,” katanya di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

Provinsi lain yang juga menunjukkan peringkat baik adalah Banten, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Peringkat ini memberikan gambaran mengenai kesiapan provinsi dalam menyediakan layanan bagi wisatawan Muslim.

Area Kunci untuk Peningkatan

Menteri Pariwisata menekankan tiga area penting untuk memperkuat pariwisata ramah Muslim, yaitu atraksi, aksesibilitas, dan amenitas. Atraksi budaya Islam yang kaya di Indonesia harus terus dipromosikan dan dioptimalkan.

Aksesibilitas juga menjadi perhatian utama, dengan peningkatan konektivitas udara dan kemudahan visa yang sangat diperlukan. Widiyanti menegaskan, “Kami akan memanfaatkan sepenuhnya 36 bandara internasional Indonesia untuk menghubungkan lebih banyak pengunjung langsung ke destinasi wisata di seluruh nusantara.”

Terkait dengan amenitas, upaya untuk memastikan 309 ribu masjid dan 376 ribu musala tersedia di berbagai lokasi adalah sangat penting.

Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU